Matahari
belum sempat keluar dari persembunyiannya, namun ribuan masyarakat dari 15
Dusun Desa Guwosari, Pajangan, Bantul sudah asyik
mempersiapkan diri untuk mengikuti acara puncak Grebek Selarong pada Minggu
(11/07/2010). Grebek ini merupakan yang keenam kalinya digelar sebagai wujud
rasa syukur warga atas anugerah yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Esa
sekaligus untuk meneladani jiwa kepahlawanan Pangeran Diponegoro yang dulu
pernah menyendiri di Goa Slarong untuk menyusun strategi dalam menghadapi
Kolonial Belanda. Sebagai simbol dari upacara Grebek, setiap masyarakat membuat satu buah gunungan dihiasi berbagai hasil bumi dan
1000 takir nasi gurih. Dengan penuh
antusias, masyarakat bersama-sama mengarak gunungan-gunumgan dengan ketinggian
1,5 meter tersebut dari Balai Desa menuju pelataran Goa Slarong. Tak tampak
rasa lelah dari raut wajah mereka, walaupun mereka harus menempuh perjalanan
dengan berjalan kaki sejauh 3 kilometer. Setelah sampai di tujuan akhir,
terlebih dahulu masyarakat mendoakan gunungan-gunungan tersebut sebelum
diperebutkan agar mereka diberkahi oleh Tuhan Yang Maha Esa. Pada hakikatnya
manusia hidup untuk saling membantu satu sama lain, maka upacara ini menanamkan
nilai kegotongroyongan yang merupakan budaya Indonesia yang mulai luntur tersapu
oleh budaya “luar” karena adanya globalisasi.
Foto Oleh: Harko
Sutiono, Handika Rizki Rahardwipa, Gregorius Bima Bintoro
Teks Oleh: Handika
Rizki Rahardwipa








0 comments:
Posting Komentar